And you can’t always get what you want, honey
You can’t always get what you want
You can’t always get what you want,
But if you try sometime, yeah,
You just might find you get what you need
(You can always get what you want…
The Rolling Stones)
Ini gombal pikiranku soal keinginan…keinginan, merujuk pada apa yg diharapkan, dibutuhkan, di idam2kan, atau sesuatu yang bersifat menuntut pemenuhan. Dan yang dimaksud dengan keinginan ini, sifatnya belum tentu tercapai. Percayalah? dalam prosesnya, semua bisa diinginkan, tapi yang bisa diperoleh belum tentu ada dalam varian keinginan. Dalam keinginan, ketercapaian tidak mutlak menjadi buah. Huh…?. Biasanya, Dalam gejala ini orang jadi merasa apa yang sudah dipunyai bukan apa yang ia butuhkan.
Katanya, berkeinginan itu normal. Gejala punya keinginan, diartikan setara dengan masih punya nafas. Gak ada keinginan sama saja mati. Katanya, begitu itu logisnya. Keinginan kerap dihubungkan secara positif dengan semangat hidup, gelora pencapaian, arahan pada target-target atau semacam kesadaran akan upaya pertempuhan kerja keras nan cerdas. Shortly, keinginan didekatkan dengan apa saja yang menjadikan perjalanan hidup penuh riuh. Keinginan adalah segala yang super duper sumringah. Dalam aspek yang lebih jauh, keinginan juga di hubungkan dengan bukti hasil eksistensi. Misalnya dalam pengertian budaya yang katanya hasil cipta dan karsa manusia (karsa sifatnya sama dengan keinginan). Dan Aku percaya.
Tapi, keinginan seperti apa yang bisa memacu semangat hidup… Keinginan jenis mana yang mampu menjadi trigger. Hingga keinginan itu merupakan representasi atas kamu sebagai organisme yang masih bernafas. Hingga keinginan itu menjadi ciri dari keberadaan. Well guys…? dalam prosesnya keinginan juga bisa kontra produktif dengan ketentaraman. Kerap karena keinginan2 seseorang tidak tentram. Seperti di ilustrasikan dalam lagunya Iwan Fals ‘keinginan adalah sumber penderitaan’…, it could be happened for everyone.
Mungkin keinginan emang bermuka dua. Sebagai sumber inspirasi atas karya yang kelak di sebut pencapaian. Atau malah jadi penderitaan, karena pencapaian yang gak mewujud. Dan akhirnya malah jadi sumber skizoprenia…gara-gara keinginan malah jadi orgil…. Duhai sungguh, keinginan punya resiko yang tidur manis bak ular berbisa yang sedang kenyang. Saat keinginan tak tercapai, bisa jadi si ular jadi lapar, lantas bangun dan mematuk si empunya keinginan. Tap!!!
Dalam pepatah-pepitih bijak ala abad pertengahan, inti jalan tengahnya ada pada cara mengolah keinginan itu. Dan itu gak mudah. Karena gejala berkeinginan selalu diikuti dengan gejala dorongan keras akan terpenuhinya keinginan itu. Ini yang membuatnya nggak mudah, saat orang jadi menggebu-gebu dan gak rela dalam keinginannya. Dalam gejala inilah, keinginan dikatakan bak sumber penderitaan. Tapi lantas bukan…ya udah deh, gak berkeinginan aja…bukan itu, soalnya memang gak mungkin seseorang gak berkeinginan, dan gak mudah tuk berkeinginan tanpa obsesi pencapaian. Soalnya, dalam lingkup geliat giat manusia umum, yang membuat sebuah upaya jadi optimal biasanya obsesi untuk mencapai sesuatu yang jelas diinginkan. Istimewa kalo ada seseorang yang gak merasa perlu keinginannya terpenuhi, tapi dia tetap berupaya optimal untuk meraih keingiannya itu. Hebat kalo ada yang berupaya keras tanpa obsesi pencapaian. Mungkin hal ini bisa jadi jalan tengah yang kongkrit. Berserah tanpa harus menyerah…jujur man? Aku usaha tuk bisa jadi begitu…jatuh bangun tertatih galau…huh?
Bersinggungan dengan ini. Sahabat kemarin bilang soal harapan, dengannya Tuhan membersitkan keberadaanya, katanya. Dia menghadirkan sebuah cermin. Sebuah sudut pandang berbeda, walau cukup melipur tapi tak cukup menyelesaikan uneg-uneg. Mungkin saja, sebuah keinginan menjadikan sebuah harapan berpijar. Sebuah keinginan menjadikan kamu sadar kamu masih hidup. Tapi keingian tak benar-benar serupa dengan harapan, walau jelas keinginan itu diharapkan. Ini membawa spectrum lain, bagaimana menempatkan keinginan sebagai cercah harapan, bukan gelora pemenuhan segera. Hari ini aku ingin menempatkan keinginan sepenuhnya sebagai energi positif, tuk terus melanjutkan perjalanan…seperti terurai dari mulut dower Mick Jagger…But if you try sometime, yeah, You just might find you get what you need…biar gak terlalu profan, ingin aku kutip satu kata bijak, seperti disampaikan seorang kawan…”Mungkin Tuhan gak selalu memberi yang kita inginkan, tapi Dia pasti memberikan apa yang kita butuhkan….”, thats it…, semoga aku, pun kau terbebas dari siksa keinginan…amin.