Malam

Malam kebiruan, kususur lembah dan kolong-kolong sementara hari mengirisi waktu

Harapan digenggamku mengerang seperti pekik perempuan pagi setengah mabuk seminggu lalu. Ah, malam kebiruan…jalanku menikungi rembulan.

Kukenangkan dendam dan sesal dalam-dalam, waktu masihlah kan menyantunkan kemungkinan-kemungkinan….saat ini aku hanya butuh berdiam.

Ini cuma mabuk masa silam.

Ah jalan lurus hitam, malam kebiruan…sedang memburu kah aku, berselimut lengang sepi gelap begini. Siapa aku adukan, siapa aku sampaikan, siapa segala ini aku tandaskan…

Kucari prasangka lain agar saat menjadi lain. Duh, aku terlanjur membuaikan harap kepada mimpi. Aku terlanjur kehilangan sajak, sejak lama hari kubagi…ah kehidupan, beginikah rupanya kau jujurkan. Tah rasa apa aku kecapkan….

Dan aku larut, masih tak takut

Bukan lain, selalu saja pertanyaan tersuratkan….malam kebiruan, malam kebiruan.

Leave a Reply