
Judul Film: Beowulf Produksi: Paramount Picture 2007 Sutradara: Robert Zemeckis Cast:Ray Winstone, Anthony Hopkins, John Malkovich, Robin Wright Penn, Brendan Gleeson, Crispin Hellion Glover, Alison Lohman, dan Angelina Jolie. Rilis : november 2007 (layar lebar), 26 februari 2008 (DVD dan HD DVD)
“The man like you, could own greatest tale ever sang, your story will life on, when everything now alive, is dust…”.
Apakah yang akan terkenang selamanya itu? kebaikan kah? Atau sebaliknya?. Apa yang akan menjadi cerita atas dia yang meneriakkan namanya dengan lantang ditegah pertarungan melawan monster laut. Lelaki bangsa Gaets yang tanpa takut, tangan kosong, sekaligus tanpa busana membunuh Grendel, monster berwajah ganjil carut marut. Mahluk bangsa ‘buto ijo’ tanpa kelamin yang menjadikan negri Denmark meringkuk ngeri, menghindari riuh pesta.
Ksatria Beowulf tegas berkata, “if we die… that’s would be for glory not for gold’, saat prajurit Hrotgart dengan sinis mencemooh bahwa keberaniannya hanya demi hadiah emas belaka. Dia kemudian menjadi seorang raja perkasa, digjaya dan berkuasa hingga hari tuanya. Tapi dia pun pada akhirnya terbaring lemah terluka, sekarat dengan salah satu lengan putus. Lantas mati di sisi sahabatnya, Wiglaf, di tepian laut luas berombak sepi. Setelah pertarungan hidup mati, melawan monster naga…anaknya sendiri…
Dengan perkasa Beowulf memang membunuh Grendel. Namun keperkasaan itu harus dibuktikannya pula dengan menghadapi Grendel Mother’s yang datang mengacau negri setelah kematian anaknya. Disanalah Beowulf mendapati siapa sebenarnya dirinya. Ia harus menghadapi Grendel Mother’s yang tak bisa ia kalahkan dengan Hrunting, pedang pusaka yang dihadiahkan seorang ksatria penjilat bernama Unferd. Grendel Mother’s mampu merasuki ego sang ksatria. “ I know that underneath your glamour, you as much a monsters, like my son Grendel…”, Grendel Mother’s menunjukkan siapa sesungguhnya Beowulf. Tak ada pertarungan sengit antara monster dan ksatria, setelah Grendel Mother membisikkan buai janjinya, “As long as you hold me in your heart’s and this golden horn remains in my dwelling, you forever be king, forever strong, mighty and all powerfull, this is I promise…this is I swear…”
Dan pertarungan bukan lagi adu kekuatan fisik dan kedigjayaan lahir. Dengan menjanjikan kekuasaan tanpa cela, Grendels Mother menarik Beowulf pada pertarungan batin lewat permintaan dan syarat sederhana…”You took my son from me…so give me a son…, stay with me…love me…”. Beowulf sang perkasa pun tunduk pada kecantikan dan tubuh molek Grendel Mother’s. Seperti saat ia tunduk pada kemolekan monster laut yang menariknya kededasaran samudra. Bentuk ketundukan yang menjadi rahasia, dan selamanya mencelai keperkasaan dengan kebohongan akannya.
Seperti halnya Hrotgar, yang memberikan tahta kepadanya, Beowulf adalah sosok ksatria perkasa yang kemudian tunduk pada hawa nafsu dan segala kelemahan didalamnya. Sebuah epic ironis yang menggambarkan bagaimana kelemahan dalam hawa nafsu itu memang membuahkan kekuasaan. Namun itu harus dibayar dengan keperkasaan hakiki yang ia serahkan pada kehendak demonis monster. Hingga datanglah sesal dan pengingkaran diri sepanjang sisa hidup. Hampa adanya segala glamoritas raja dengan pertempuran-pertempuran yang dimenangkan, kekuasaan, kemewahan, abdi setia, ratu dan selir yang muda dan cantik…
Epic Beowulf adalah metafora bagaimana kekuatan dan keberanian yang merupakan cikal bakal kekuasaan, akan selalu teruji oleh hawa nafsu dan kebohongan. Bahwasanya seorang ksatria yang mampu menebaskan pedangnya tanpa ragu, atau menantang musuh-musuhnya tanpa takut, belum tentu mampu menghadapi hawa nafsu dan kebohongannya sendiri. Dan sang ksatria akhirnya menipu diri akibat hawa nafsu dan kebohongan yang tak mampu ditebasnya dengan pedang.
Hikayat sang Beowulf menyampaikan pesan bahwa kekuasaan dan kedigjayaan yang diperoleh dengan hawa nafsu dan kebohongan akhirnya membawa kedigjayaan serba kosong dan hampa. Kedigjayaan tanpa kepuasan, karena eksistensi dalam kekuasaan itu telah melampaui pengharapan dan sampai pada kondisi tanpa harapan. Tak ada lagi perang tanding, tak ada lagi pertempuran, tak ada lagi keperkasaan sejati.
Tinggalah eksistensi serba kosong, nihil, abskonditus, dan absurd. Tinggalah kekuasaan kedigjayaan mayat hidup. Dan itu hanya berakhir dengan kematian setelah pertarungan dengan Monster Naga. Mahluk mengerikan, buah ketakmampuannya melawan hawa nafsu pada Grendel Mother’s dan janji-janjinya. Kekuasaan dan keperkasaan pun berakhir setelah pertarungan dengan anaknya yang datang mengacau kedamaian negri dan kekuasaannya. Anak yang memang pasti datang dan harus ia bunuh.
Dan nyatalah bahwa kekuasaan dan kedigjayaan yang sempurna hanya ada di tangan Tuhan…saat kekuasaan dan kedigjayaan semacam itu ada di tangan manusia, ia akan menjelma sebagai kutukan…
Film ini adalah adaptasi dari epic inggris berupa puisi yang tak diketahui siapa penulisnya. Diperkirakan merupakan karya sastra jaman Anglo Saxon antara abad 8 sampai abad 11. Mulai diputar di layar lebar akhir tahun lalu, dan 26 februari tahun ini akan diliris dalam bentuk DVD dan HD DVD. Di rilis dalam bentuk film animasi oleh Paramount Picture. Tokoh dalam film ini menggunakan sosok dan suara dari Ray Winstone, Anthony Hopkins, John Malkovich, Robin Wright Penn, Brendan Gleeson, Crispin Hellion Glover, Alison Lohman, dan Angelina Jolie.
